3.2.14

Lalu, Untuk Apa Ragu?

Untuk apa meragu? Bukankah takbir yang kau ulang-ulang dalam shalatmu itu kau ucapkan tanpa keraguan? Bukankah keagungan Tuhanmu tak lagi kau ragukan?

Untuk apa meragu? Bukankah tak ada keraguan dalam basmalah yang kau ucapkan bahwa Tuhan benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang?

Untuk apa memalsukan? Terlepas dari apapun yang kau palsukan. Bukankah kau masih ingat Tuhan berulang-ulang menyatakan bahwa Ia Maha Melihat dan Mendengar?

Kucoba iseng kaitkan tiga pernyataan itu saja. Bahwa Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang, serta Maha Melihat dan Mendengar. Kalau kau ragu dalam perjalananmu, ingatlah bahwa Tuhanmu Maha Besar, jauh melebihi besar apapun. Dengan kebesaran-Nya, Ia pun Melihat dan Mendengar. Melihat dengan jelas apa yang terjadi padamu, mendengar dengan jelas rintihan dalam hatimu. Pun Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, mana mungkin tega membiarkanmu dikerubuti kemalangan dan kesedihan?

Ini bukan pertanyaanku, ini sekadar ceracauku. Ceracauku dari perspektif yang tak jauh beda dari yang biasa kau kenakan dalam argumenmu.

"Maka nikmat Tuhan mana yang kau ragukan?" (An Najm: 55)



Jakarta, Februari 2014

No comments:

Post a Comment