3.2.14

Adu Mulut dengan Kopi

Aku duduk menghabiskan pagi bersama kopi
Kopinya sedang tak enak hati
Baru ngobrol sebentar,
Obrolan kami dibawanya menuju debat
Kopinya menggebu-gebu
Mulutku kalah beradu
Aku menyerah

Kopinya malah marah-marah,
Katanya tak pantas aku menyerah,
Padahal debat baru dimulai
Debatnyapun bukan debat kusir,
Kusir tak berani ikut debat, dia tak berani melawan kopi
Kopi yang bersungut-sungut pagi ini
Kopi yang mengorbankan mulutku pagi ini



Warung Kopi, Februari 2014

No comments:

Post a Comment