Setelah kubilang sejauh ini, kurasa kamu mulai lupa sejak kapan kamu mengawali perjalanan sebagai petarung. Kurasa kamu mulai lupa seperti apa tak bertarung, bahkan mungkin lupa siapa kamu sebelum ditahbiskan sebagai petarung.
Memang kini, mau tak mau, dunia memintamu bersarung identitas petarung. Tapi pikirku, tak selamanya kamu ingin bertarung. Bagaimana mungkin kamu ingin terus bertarung kalau kamu tak pernah merasakan tak bertarung?
Coba kutanya, apa tujuanmu bertarung? Memenangkan pertarungan? Andai benar, apa tujuanmu menang? Mendapati gelar sebagai pemenang? Andai lagi-lagi benar, apa tujuanmu mendapati gelar? Cobalah tanyakan perihal gelarmu pada orang-orang yang tak menggeluti pertarungan. Kurasa mereka enggan untuk acuh, apalagi memuji, jauh.
Sudahlah, katamu rindu kedamaian. Tapi tak juga mau kamu berhenti bertarung. Hidup bukan tentang persaingan, bukan tentang pertarungan, bukan tentang kemenangan, apalagi gelar. Tak semua harus dipersaingkan, diperbutkan, dipertarungkan. Tak usahlah buru-buru beradu, bulatkan dulu perjuanganmu. Berjuang untuk apa? Kurasa inginmu untuk kebaikan. Tapi apakah kemenangan sepihak dalam pertarungan kauanggap kebaikan? Kalaupun benar baik, berapa yang menganggapnya tidak baik? Kurasa kamu bisa berhitung tentang itu. Kalau benar kamu bisa berhitung tentang itu, syukurlah. Sebab aku belum bisa.
No comments:
Post a Comment