Aku pria biasa saja, pekerjaan pun tak istimewa. Aku hanya mencoba
menetaskan telur-telur fantasi yang selama ini dierami induknya di dalam
kepalaku. Mereka kutetaskan pada ruang ini, ruang yang tak seberapa
hangat untuk anak-anak fantasi yang kedinginan, pun tak seberapa sejuk
untuk induk-induk fantasi yang kepanasan.
Kehadiranmu
di sini kunantikan. Sebagai teman bagi anak-anak fantasi yang kesepian.
Sebagai pendamping bagi induk-induk fantasi yang kelelahan.
Terima kasih kepadamu yang telah mendermakan waktu mengunjungi tempat ini.