"Le, apa kamu ndak ingin begini begitu?"
"Ya pasti ingin lah. Tapi siapalah saya berani berharap sejauh itu?"
"Lho, ya jangan pesimis begitu to."
"Bukan pesimis. Cuma realistis. Optimis yang melihat sekitar. Bukan waton nggebrus."
"Kamu kan begini, begitu, bisa ini, bisa itu."
"Ya, tapi apa dengan begitu lantas saya jadi punya hak untuk berharap yang tinggi-tinggi? Kan ndak."
"Kalau saya jadi kamu, saya pasti akan begini begitu, membeginikan anu, membegitukan anu."
"Ya, mungkin sampeyan memang mampu untuk itu. Saya belum."
"Ah, ya sudah lah, Le. Semoga kamu begini begitu ya."
"Terima kasih. Semoga Tuhan mendengar dan bersedia mengabulkan."
Suatu siang di Jakarta.
No comments:
Post a Comment