Ratus tanya yang menganga
Runtuh ia sekejap mata
Saat pandangku menujunya,
di pangkal pagi
Di pangkal pagi,
Batal aku menuju siang
Urung aku menggapai petang
Tak perluku sampai pada malam
Cukup di sini, di pangkal pagi
Citra yang diterima netraku
Tak cukup buram
Terlalu jernih malah
Sampai apa yang di baliknya
Tampak nyata menganga
Demi siang, petang, dan malammu
Kurelakan milikku
Kucukupkan di sini,
Di pangkal pagi
No comments:
Post a Comment