Wahai sosok yang kerap kali tampak
di simpang angan
di hulu sendu
di ujung renung
Hendak singgahkah kamu?
Kalau memang hendak singgahlah
Tapi kurasa, wahai sosok
Kamu tak akan bisa singgah
di simpang angan
di hulu sendu
bahkan di ujung renung sekalipun
Kamu satu tak terbagi tak terpecah tak terpotong
Tak bersimpang, tak bersudut
Maka tak perlu kamu singgah
Nyawiji lah denganku
Tanpa menyinggahi bagian-bagianku
Apalagi sekadar singgah
di simpang angan
di hulu sendu
dan di ujung renung
No comments:
Post a Comment