Sekali waktu, boleh jadi kita pandai menggoda, pandai menyayangi, pandai mengagumi, bahkan pandai mencintai dengan tulus. Namun pada waktu yang lain, belum tentu kita pandai dalam menata keberanian. Ya, setidaknya keberanian mengucapkan kesan.
Bukan atas alasan yang rumit, aku, seorang lelaki, tak pandai mengungkapkan kesan yang kurasakan. Pun bukan untuk alasan yang sangat sederhana aku tak berani. Hanya saja, pengaruh diluar perhitungan kerap kali menjadi masalah setelah mengungkapkan. Lebih dari resiko paling sederhana dari perkara mengungkapkan rasa, setidaknya.
Bukan pula semata karena malu atau ragu yang membuatku tak seketika bernyali mengucapkan sensasi yang menggebu. Sebab bagiku, yang demikian bukanlah suatu yang mempermalukanku, bahkan merusak keyakinanku. Sama sekali tidak.
Ah, kurasa yang demikian tak cuma terjadi padaku. Banyak yang merasakan ini dengan alasan yang jauh lebih sederhana. Setidaknya, mereka bukan merasakan hal ini sebagai yang pertama. Tak sepertiku, dulu tak begini yang terjadi padaku.
No comments:
Post a Comment