24.9.12
Cangkemanku
Kurasa tak aktual lagi kalau cerita ini kutulis sekarang. Tapi apalah aktual di hadapanku kini, pada akhirnya kutulis juga sekarang. Bukan kemarin. Sebab memang tidak mungkin kutulis pada hari kemarin. Pikirmu aku punya mesin waktu?
Tahukah kamu, nona? Angan-anganku selalu mampir ke alam entah tiap kuputar lagu "for fiona" milik "no use for a name" ini. Maaf, kukoreksi, bukan ke alam entah anganku mampir. Kalau boleh kubilang, anganku selalu mampir pada saat-saat kita melewatkan waktu berdua. Sekali lagi kutegaskan, berdua, nona. Bukan bertiga, beempat, berpura-pura ataupun berandai-andai. Sekali lagi maaf, nona, tulisanku melenceng kemana-mana.
Untuk kamu ketahui, dalam lagu itu, Tony Sly sempat menuturkan kalimat "if i could freeze our small amount of time together" pada bait kedua. Memang tidak ada yang istimewa, kecuali kalau memang ada yang istimewa di dalamku, atau mungkin (semoga) di antaraku dan kamu. Entah zat macam apa yang meliputi anganku saat terlintas kalimat itu, tiba-tiba saja anganku turut beku, mengeras dan terlempar pada saat-saat di mana hanya adaku dan kamu, serta bincang di antaranya. Ah, andai saja. Bahkan Tony Sly pun juga bilang "andai saja" waktu bisa dibekukan. Untuk apa dibekukan? Agar aku dan kamu tetap terperangkap dalam momen kebersamaan, dan tak meluber kemana-mana sehingga tak seorang pun terpaksa tahu.
Ah, nona, lagi-lagi Tony Sly melantunkan kalimat-kalimat yang senada dengan yang terlintas di benakku. Coba kupetikkan kalimatnya untukmu, nona. "When it ends it begins with you...", entah apa "it" yang dimaksud Tony Sly dalam kalimat itu, nona. Bukan karena aku tak bisa membaca pikiran orang. Melainkan karena aku tak pandai memahami bahasa inggris, nona. Ah sudahlah, bukan di situ konsentrasinya. Pastinya, yang kurasa senada adalah aku sedang mengakhiri sesuatu, pun di lain belahan aku sedang memulai sesuatu. Apa kau sempat berpikir bahwa yang kumaksud memulai adalah denganmu, nona? Kalau benar demikian, maka kamu cukup cerdas dan tanggap dengan maksudku, nona. Kuharap memang demikian.
Nona, lagu yang dilantunkan Tony Sly sudah usai. Kurasa tak perlu keperpanjang juga tulisan ini, nona. Karena mungkin sekian saja sudah membuatmu mual. Bukan karena kamu sedang di dalam kapal yang mengarungi ombak malam, tapi karena mencoba memahami ketiadarunutan tulisanku ini. Semoga ketidaksengajaan membawamu membca pesan ini, nona. Selamat petang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment