Apa tah ia yang merintangi,
Memangnya aku peduli?
Apalah ia yang tak bosan menerpakan pedih,
Memangnya aku rentan pada perih?
Sama sekali tidak
Tak peduli lah seberapa debu di hadapku,
Tak acuhlah seberapa tebal kabut menutupi mimpiku,
Adakah aku tak pantas memegang harap?
Meski aku sesekali terpaksa merangkak
No comments:
Post a Comment