8.3.10

Aku pria biasa saja, pekerjaan pun tak istimewa. Aku hanya mencoba menetaskan telur-telur fantasi yang selama ini dierami induknya di dalam kepalaku. Mereka kutetaskan pada ruang ini, ruang yang tak seberapa hangat untuk anak-anak fantasi yang kedinginan, pun tak seberapa sejuk untuk induk-induk fantasi yang kepanasan.

Kehadiranmu di sini kunantikan. Sebagai teman bagi anak-anak fantasi yang kesepian. Sebagai pendamping bagi induk-induk fantasi yang kelelahan.

Terima kasih kepadamu yang telah mendermakan waktu mengunjungi tempat ini.